
“Gerakan Cinta Buku: Semangat Iqra, Tumbuhkan Literasi, Cerahkan Masa Depan”
Banjarmasin — Semangat menumbuhkan budaya membaca dan kecintaan terhadap buku kembali digaungkan Perpustakaan UIN Antasari melalui kegiatan Gerakan Cinta Buku dengan tema “Semangat Iqra, Tumbuhkan Literasi, Cerahkan Masa Depan.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Perpustakaan UIN Antasari mendorong sivitas akademika, khususnya generasi muda, untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sekaligus bekal dalam membangun masa depan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Banjar dan Melayu Corner pada 22 September 2026 tersebut diikuti oleh 100 peserta dari berbagai prodi yang ada di Kampus UIN Antasari Banjarmasin. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pembukaan, pemaparan materi literasi, diskusi bersama narasumber, hingga kegiatan membaca dan berbagi pengalaman.
Tema “Semangat Iqra” dipilih untuk mengingatkan kembali pentingnya budaya membaca dan belajar. Iqra yang berarti “bacalah” tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca teks, tetapi juga sebagai semangat untuk terus belajar, memahami lingkungan, menggali pengetahuan, serta membuka wawasan.
Dalam kegiatan tersebut, M. Adam Buchori Muslim, S.Pd, selaku pegiat literasi, menyampaikan bahwa budaya literasi perlu dibangun sejak dini dan dimulai dari lingkungan terdekat.
“Ketika bingung, buku memberikan pengetahuan; ketika kehilangan arah, buku memberikan inspirasi,,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan buku dan akses terhadap bahan bacaan perlu diiringi dengan kebiasaan membaca yang konsisten. Dukungan keluarga, sekolah, komunitas, dan lingkungan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem literasi yang positif.
Sementara itu, Tiya Maulida, S.Pd., Duta Baca Tanag Laut, menekankan bahwa literasi memiliki hubungan erat dengan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
“Generasi yang gemar membaca memiliki kesempatan untuk mengenal lebih banyak gagasan, memahami berbagai sudut pandang, dan terus mengembangkan dirinya. Karena itu, gerakan cinta buku harus menjadi gerakan bersama,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk tidak menjadikan membaca sebagai kegiatan yang hanya dilakukan ketika mendapatkan tugas. Membaca dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk membaca buku yang sesuai dengan minat.
Kepala UPT Perpustakaan Dr. Moch Isra Hajiri, S.H.I., S.IPI., M.Hum. menyampaikan, bahwa kegiatan ini diikuti 100 peserta terdaftar melalui registrasi daring.
Dirinya menegaskan, bahwa Gerakan Cinta Buku merupakan agenda rutin tahunan untuk membentengi daya kritis mahasiswa agar tidak tergerus di era serba digital.
“Padahal membaca buku itu melatih daya kritis dan imajinasi kita yang perlu terus dipertahankan. Kebiasaan membaca itu harus terus dibiasakan dan dijadikan rutinitas,” pesan Dr. Isra.
Kegiatan Gerakan Cinta Buku diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebiasaan membaca sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa literasi merupakan investasi jangka panjang. Semakin kuat budaya membaca dan belajar, semakin besar pula peluang generasi muda untuk memiliki wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi masa depan.
Melalui semangat “Iqra”, masyarakat diajak untuk terus membaca, belajar, dan berbagi pengetahuan. Sebab, sebuah buku dapat membuka jendela pengetahuan, sementara budaya literasi dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Semangat Iqra, tumbuhkan literasi, cerahkan masa depan.






